Pages

Tampilkan postingan dengan label Movie. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Movie. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Desember 2017

The Greatest Showman; Rekomendasi Film untuk Keluarga di Akhir Tahun Ini

Poster Film The Greatest Showman. Tayang Lebih Awal di Indonesia
Sumber: Google

"The best kind of art, the purest kind, is the art that makes people happy"


Awalnya saya kira film ini tayang di CGV PVJ Bandung Pukul 10.30. Ternyata saya salah lihat di CGV mana film ini ditayangkan. Saya baru sadar ketika saya sampai di CGV PVJ dan pesan tiket. Kata petugasnya film ini tidak tayang di situ. Tengsin sih, tapi ya gimana lagi hahaha. By the way,  CGV PVJ seperti ini penampakannya:

CGV PVJ Bandung. Dari Kamera Handphone Saya.

CGV PVJ Bandung. Dari Kamera Handphone Saya.

CGV PVJ Bandung. Dari Kamera Handphone Saya.

CGV PVJ Bandung. Dari Kamera Handphone Saya.

CGV PVJ Bandung. Dari Kamera Handphone Saya.

CGV PVJ Bandung. Dari Kamera Handphone Saya.

CGV PVJ Bandung. Dari Kamera Handphone Saya.

CGV PVJ Bandung. Dari Kamera Handphone Saya.

CGV PVJ Bandung. Dari Kamera Handphone Saya.

CGV PVJ Bandung. Dari Kamera Handphone Saya.

CGV PVJ Bandung. Dari Kamera Handphone Saya.
Ternyata setelah saya cek lagi, filmnya tayang di CGV BEC Bandung. Berkat bantuan pengemudi Go-Jek, sampailah saya di BEC, langsung ke CGV, mesan tiket, dan bisa nonton ini film tepat waktu. Penampakan CGV BEC Bandung:

CGV BEC Bandung. Dari Kamera Handphone Saya.

CGV BEC Bandung. Dari Kamera Handphone Saya.

CGV BEC Bandung. Dari Kamera Handphone Saya.

CGV BEC Bandung. Dari Kamera Handphone Saya.

CGV BEC Bandung. Dari Kamera Handphone Saya.

CGV BEC Bandung. Dari Kamera Handphone Saya.

Tiketnya.
Film ini bercerita tentang seorang anak laki-laki kecil miskin yang jatuh cinta kepada seorang anak gadis kaya, namun orang tua si kaya tidak suka kalau si anak miskin bersama-sama dengan si anak kaya. Namun, karena mereka saling mencintai, akhirnya mereka menikah walaupun ayah si anak kaya sangat menentang hal ini. Walaupun kaya, wanita ini tidak mengharapkan hal yang muluk-muluk dari si pria miskin. Dia hanya mengharapkan cinta yang abadi dan si pria selalu mengingat dia dan kedua anak perempuan mereka. Namun, karena si pria merasa wajib menyenangkan hati istri dan anak-anaknya dengan cara menghasilkan uang yang banyak, maka si pria membuka pertunjukan sirkus yang isinya adalah orang-orang yang dianggap aneh oleh masyarakat pada saat itu. Dari situlah berbagai macam hal terjadi.

Saya secara pribadi menyukai film ini. Selain karena saya adalah penggemar film musikal, film ini juga menyajikan kisah atau alur cerita yang cukup relatable kepada sebagian besar kita. Tentang bagaimana usaha seseorang membuktikan diri kepada dunia. Tentang bagaimana sebagian besar kita mengira harta yang melimpah adalah kebahagiaan yang utama, dan lain sebagainya. Lagu-lagu yang ada di dalam film ini juga sangat kekinian dan ringan serta sangat membantu kita mengikuti dan memahami alur cerita yang ada. Ditambah lagi para pemeran dalam film ini ada para aktor dan aktris yang sudah tidak usah dipertanyakan lagi.

Ketika saya menonton film ini, ada beberapa pesan moral yang saya dapatkan. Pertama, berdamai dengan diri sendiri, menerima kukurangan diri sendiri dapat membuat kita melihat dunia dengan sisi yang berbeda, tidak hanya bagian negatifnya saja. Kedua, percaya diri itu penting. kalau kita punya talenta, gunakanlah talenta yang ada itu, karena pasti ada orang-orang yang akan bahagia dengan kehadiran dan talenta kita. Ketiga, kita tidak bisa membahagian semua otang dan semua orang belum tentu juga cocok sama kita. Jadi, pro dan kontra itu adalah hal yang lumrah. Sekarang bagaimana pola pikir, dan sikap kita untuk merespon dan menghadapi hal-hal tersebut. Yang terakhir; keluarga, sahabat, dan cinta itu yang penting, karena itu adalah salah satu sumber kebahagiaan yang hakiki. Percuma kerja keras cari uang yang banyak, jikalau suatu saat kamu jatuh, namun tidak ada orang yang ada untukmu.

Secara pribadi saya suka dan merekomendasikan film ini untuk ditonton sendiri, dengan pasangan, dengan teman, atau bahkan keluarga. Selamat menonton! :}

Kamis, 04 Oktober 2012

Perahu Kertas (Mengingatkanku)

Hadir lagi film Indonesia yang tidak bisa tidak untuk ditonton dan dinikmati oleh masyarakat Indonesia, lebih khusus bagi para pecinta karya-karyanya Hanung Bramantyo dan Dewi Lestari. Bagi para penikmat karya-karya tulis dari Dee alias Dewi Lestari, Novel Perahu Kertas tentu tidak asing lagi. Novel yang bercerita tentang kisah cinta antara Keenan, Kugy, Remi, dan Ludhe ini telah dibuat dalam bentuk film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Cerita dari film ini hampir sama dengan alur yang ada di buku, tanpa ada tambahan atau pengurangan cerita. Tak heran film ini dibagi menjadi 2 bagian yakni Perahu Kertas Bagian 1 dan 2

Hari ini, para penggemar novel perahu kertas dipuaskan sudah dengan rilisnya Film Perahu Kertas Bagian 2 di bioskop-bioskop di Indonesia. Bagian kedua dari film ini dimulai dengan adegan pernikahan temannya Kugy; Noni, di mana Kugy dan Keenan akhirnya bertemu lagi setelah hampir tiga tahun lose contact. Adegan demi adegan membawa kita mengalir dengan berbagai macam emosi selama hampir dua setengah jam, di mana adegan terakhir dari Film ini adalah ketika Kugy me"laju"kan perahu kertasnya yang terakhir di laut lepas. Kugy juga sedang lima bulan mengandung anaknya Keenan pada waktu itu. Perahu Kertas pun berakhir di Jawa Barat pada tahun 2006.

Poster Film Perahu Kertas, Sumber: Google.
Well, sebagai pecinta karya Dee dan penikmat film, Perahu Kertas The Movie telah membawa novel karangan Dewi Lestari ini ke atmosfir yang berbeda. Tangan dingin sang sutradara membuat film ini menjadi indah. Hal yang sangat aku sukai dari film ini adalah selain alur ceritanya yang tidak berbeda dengan novelnya, panorama atau pemandangan-pemandangan yang disuguhkan dalam film ini juga tidak kalah indahnya. Pantai yang biru, keindahan alam Pulau Bali, dan hal-hal lain yang sungguh membuat mata kita menjadi agak lebih "disegarkan" ketika menonton film ini. Namun secara pribadi, kalau aku membandingkan novel dan filmnya, aku akan lebih memilih novelnya jika dibandingkan dengan filmnya. Alasanku secara pribadi memilih novelnya adalah karena "feelings" yang saya dapat ketika membaca novelnya; ketika di dalam bagian-bagian tertentu dalam novel kita merasa lucu, sedih, galau, geram, gemes, dan sebagai macamnya, tidak aku dapatkan di film ini. Ekspektasiku ketika menonton film ini adalah aku akan merasakan perasaan-perasaan yang sama sewaktu aku membaca novelnya (aku "feelin blue" berhari-hari bo). Ketika aku menonton film Perahu Kertas (bagian 1 dan bagian 2), "rasa" itu tidak aku dapatkan dengan cukup maksimal seperti ketika aku membaca novelnya. Tidak ada rasa kecewa ketika menonton filmnya, namun perasaan bahwa ada sesuatu yang kurang tetap muncul dalam pikiranku ketika menonton film ini. Secara keseluruhan, film ini keren banget deh pokoknya. Jadi, jangan lupa ditonton yaa :)

PS: Lagu-lagu yang menjadi orginal soundtrack dari film ini juga luar biasa bagusnya. Ngga bosen-bosen dengernya :)


Jumat, 29 Juni 2012

glee VS SMASH

Stars aren't born, they are made (SMASH)
yaps, kutipan di atas adalah sebuah kutipan dari sebuah serial tv amrik  yang katanya mirip dengan serial tv kesukaan kita bersama, glee. well, sebagai salah seorang pecinta glee awalnya aku tidak begitu peduli dengan desas-desus itu. aku pikir, yah biarin lah ada pihak-pihak yang mencoba menyamai glee dengan membuat sebuah serial tv yang mirip dengan glee, toh nanti mereka pasti ga bisa nyaingin kerennya glee di mata para pecintanya. 

nah, karena betapa penasarannya saya dengan serial yang dibanding-bandingkan dengan glee ini, I watched the series. and you know what? menurut pengamatanku sebagai seorang awam yang suka menonton sebuah serial tv yang berkualitas (cieh) glee sangat berbeda dengan SMASH.

Sumber: Facebook

seperti kita para pecinta glee tahu, glee bercerita tentang kisah perjuangan sekumpulan anak remaja yang tergabung dalam sebuah kelompok paduan suara di sekolah mereka yang bernama New Direction untuk mencapai prestasi terbaik dalam kompetisi paduan suara. bukan hanya berfokus kepada kisah perjuangan mereka, serial ini juga berfokus tentang isu-isu yang berhubungan dengan dunia remaja yang bisa kita lihat di setiap seasonnya. misalnya tentang bagaimana hausnya anak-anak ini akan pengakuan; secara kita tahu kan ceritanya anak-anak yang tergabung dalam klub paduan suara di McKinley are like the most people that you don't want to hang out with, nerdy, freak, etc. selain itu mereka juga kadang-kadang bergumul dengan kisah cinta yang begitu rumit, bahkan sampai mengarah kepada pernikahan remaja (hello, Rachel and Finn?). Yah, kalo direnung-renungkan lagi (aku sih yang merenung) kisah-kisah yang dijual serial ini ga beda-beda jauh ama kehidupan kita yang dulu pernah merasakan masa-masa SMA atopun yang sedang merasakan masa-masa itu sekarang. 

satu hal lagi yang menjadi serial ini spesial di mata pecintanya (especially me ^_^) adalah bagaimana serial ini sering menyampaikan pesan-pesan menekankan pada kebersamaan, persamaan, dan kekeluargaaan. di glee, tidak penting kamu gay. lesbian, yahudi, cina, kulit hitam, kulit putih, dsb, kamu berharga. kamu sempurna, dan kamu pantas berkarya dan memberikan yang terbaik di dunia ini, pantas mencintai dan dicintai, dsb. kalo aku secara pribadi boleh memberi pendapat, ada dua kata yang mewakili penjelasan yang panjang ini; equality and tolerance. and nowadays, those are things that people wanna see, right?

Sumber: Facebook
Sumber: Google
dari kisah tentang anak-anak SMA yang penuh dengan ambisi dan mimpi, sekarang kita beralih kepada kisah seorang cewe (lebih tepatnya 2 orang) yang berjuang untuk mendapat peran utama dalam pertunjukan musikal Marilyn. adalah Karen yang diperankan oleh Katherine McPhee dan Ivy yang diperankan oleh Megan Hilty yang bersaing untuk mendapatkan posisi itu. yaps, SMASH season 1 ini bercerita tentang kisah pembuatan pertunjukan musikal Marilyn dan segala intrik-intrik yang terjadi dalam proses itu. mulai dari bagaimana Ivy tidur dengan sang sutradara sehingga ada kesan bahwa dia mendapatkan peran utama karena dia sudah "memberikan" tubuhnya kepada sang dark lord (julukan bagi si sutradara musikal), sampai bagaimana Ivy begitu merasa tersaingi dengan Karen, si gadis udik yang berusaha memantapkan karir di dunia broadway. selain kisah antara Ivy dan Karen, ada juga kisah tentang Julia (diperankan oleh Debra Messing) yang memiliki pergumulan sendiri; mempunyai affair dengan Michael Swift (Will Chase) sehingga mempengaruhi kehidupan keluarganya. begitu juga dengan Tom (Christian Borle) yang galau karena disukai oleh 2 pria gay ganteng. 

hal yang menarik dari serial ini adalah tentang bagaimana serial ini (pendapatku secara pribadi sih) bagaimana serial ini "mengocok" emosi yang menonton. secara pribadi sih, waktu aku nonton aku bisa ngerasain aura-aura persaingan yang ingin dijual serial ini, whiches inti dari cerita ini adalah bagaimana mereka berjuang menjadi bintang dalam pertunjukan musikal tersebut. selain itu, karena lokasi cerita ini adalah di kota New York, serial ini semakin menekankan sisi broadwaynya. plus, para pemainnya yang menurut aku udah berhasil kawin dengan karakter mereka sehingga serial ini menjadi sebuah serial musikal yang sangat pas ditonton.
Sumber: Google
yang membuat glee dan SMASH berbeda juga terletak pada lagu-lagu yang disajikan per tiap episodenya. glee menyajikan kembali lagu-lagu yang sudah populer sebelumnya dengan versi mereka sendiri, sedangkan SMASH menyajikan lagu-lagu yang orijinal yang sangat kental dengan ciri khas musik broadway. SMASH juga tidak hanya menyajikan lagu-lagu orijinal khas musik broadway, tetapi juga mengcover lagu-lagu pop, walaupun hanya sedikit. ketika glee lebih banyak menyajikan ceritanya melalui lagu-lagu yang dinyanyikan para pemainnya, SMAH menyampaikan ceritanya melalui drama dan intrik-intrik yang ada. jadi kalo berbicara tentang mana yang lebih bagus; aku ga akan milih salah satu, karena secara pribadi glee dan SMASH adalah 2 serial yang layak untuk dijadikan bahan tontonan karena banyak pesan yang bisa kita ambil dalam setiap episodenya.
Sumber: Facebook
namun, ada persamaan dari serial ini yang bisa menjadi motivasi kita dalam menjalani hidup. persamaan itu aku rangkum dalam kalimat ini: berjuanglah untuk mencapai mimpi dan tujuan hidupmu. jangan pernah putus asa dalam setiap prosesnya, selalu memberikan yang terbaik, dan berkomitmen untuk menunjukkan potensi dan kualitas yang maksimal.

Jumat, 29 Juli 2011

Ini Hanya Tentang Harry Potter And The Deathly Hallows Part II

"sedih rasanya melihat mereka menonton dengan keluarga mereka, teman mereka, pasangan mereka... dan aku hanya sendirian....."
"Pernahkah suatu kali, bahkan berkali-kali dalam hidup kalian; kalian bangun di pagi hari, dan kalian dengan penuh semangat ingin cepat-cepat beranjak dari tempat tidur, karena hari itu adalah hari yang sangat kalian nanti-nantikan?"
well, aku mengalami hal tersebut hari ini, karena hari ini Harry Potter Rilis (smile in the face)  dan itu adalah salah satu hal yang paling aku tunggu-tunggu selama ini.

Aku merasa aku sudah datang dalam waktu yang tepat dan cepat, namun ternyata ketika aku sampai di 21, aku hanya bisa menganga (serius) karena ternyata antriannya sudah panjang sekali seperti ular naga (cieh...). Pingin mengabadikan momen itu tadi, tapi takut dimarahin sama pak satpam, hehe :)

Akhirnya dengan penuh kesabaran berdiri selama belasan menit, akhirnya I got my Harry Potter's ticket (smile in the face)
My Harry Potter's Ticket Yeyy :D
Yah, seperti biasanya (lagi dan lagi), aku menonton film ini sendirian. ketika orang lain bersama keluarga mereka, teman mereka, pasangan mereka, aku hanya nonton sendiri (malu? ngga. Sedih? iya). Anyway, we are not discuss about it here 

Menurut penilaian awamku, film Harry Potter 7 bagian 2 ini lebih menegangkan dan lebih dramatis dibandingkan bagian pertamanya. Bagian pertama dari film Harry Potter ketujuh seperti kita tahu bercerita tentang perjalanan mereka menemukan horcrux-horcruxnya Voldemort, bagian kedua memang masih menceritakan hal tersebut, tapi lebih seru karena klimaks dari film ini ada di sini; pertempuran mempertahankan Hogwarts, rahasia yang disembunyikan Snape selama ini dari Harry, dan banyak korban yang bergelimpangan (ha?), serta efek-efek yang sangat dramatis yang membuat mata kita tidak mau berkedip (hehe..), dan tidak lupa, epilognya; bagaimana wajah mereka setelah 19 tahun kemudian?

Walau ada beberapa hal dari isi novel yang tidak divisualisasikan dalam film ini, namun itu menurutku tidak mengurangi esensi film itu sendiri; inilah puncak dari segala puncak dari segala kisah seorang Harry, bocah yang selamat beserta dengan teman-temannya. 

Salah satu bagian yang ingin aku saksikan dari film ini tentunya bagaimana Voldemort menemui ajalnya. well, kalo boleh jujur sih, aku tidak merasakan klimaks yang begitu pas karena menurutku bagian itu -ketika Voldemort kalah- kurang dramatis dan kurang detail. Aku sampai berkata dalam hati "cuman gitu doang? yah -,-,,"

Bagian akhir dari film ini pun menurutku tidak menimbulkan suasana yang mengharu biru, padahal ekspektasiku adalah bagian epilog dari film ini dibuat seharu mungkin. Seperti dalam novel, epilognya adalah 19 tahun kemudian di peron 9 3/4 ketika trio sahabat ini dan Draco Malfoy mengantar anak mereka masing-masing. agak sedikit lucu bagiku melihat "tampang tua" mereka karena bagiku itu agak sedikit "dipaksakan" tapi hal tersebut tidak menurunkan kesan bagusku tentang film ini...

Ada beberapa film yang aku simpan dalam laptop dan aku tonton berkali-kali namun tidak membuat aku bosan karena menurut perspektifku film-film itu bagus, maka dengan tulus ikhlas (cieh..) saya akan mempertimbangkan Harry Potter And The Deathly Hallows Part II ini sebagai salah satunya.

"sekalipun dia telah mati, dia akan tetap ada di sini; di hati kita..."Neville Longbottom