Konon katanya, kota Yogyakarta akan memberikan kesan yang mendalam kepada orang yang mengunjunginya. Memberikan rasa rindu. Sesuatu yang tersirat namun tidak tersurat. Rasa itu.
Libur lebaran telah usai. Bagaimana hari
liburmu? Sebagian besar anak perantauan akan kembali ke kampung halaman,
bertemu kembali dengan orang tua dan para saudara. Mudik istilahnya. Bagi orang
yang tidak merayakan lebaran seperti saya, libur panjang saya manfaatkan untuk
pergi keluar kota, berlibur. Dan kali ini saya memutuskan untuk berlibur di
Yogyakarta.
![]() |
| Tugu Yogyakarta, From my Phone. |
Yogyakarta.
Kota yang mistis dan indah. Kota yang selalu membuat rindu. Walaupun sekarang
lebih ramai dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu, ketika kali pertama
saya ke kota ini, Yogyakarta selalu memberikan keindahan tersendiri bagi saya.
Entahlah, tapi kota itu membuat saya selalu rindu untuk datang lagi. Di tulisan
kali ini, saya akan membagikan pengalaman saya selama berlibur di Yogyakarta.
Semoga bisa menjadi salah satu sumber informasi bagi para pembaca yang ingin
datang ke Yogyakarta.
- Retras Hostel
Karena
liburan kali ini adalah liburan hemat, maka rencana awal ketika di Yogyakarta,
saya akan menginap di kosan adik. Namun, karena satu dan lain hal, akhirnya
saya memutuskan untuk menginap di penginapan saja. Ada dia pilihan, dan salah
satunya adalah Retra’s Hostel. Kalau di lihat di salah satu aplikasi akomodasi,
harganya sangat murah. Tidak sampai seratus ribu. Hanya Rp 85.000 saja per
malam. Itu untuk kamar tipe dormitory. Maksudnya adalah dalam satu kamar akan
ditempati oleh beberapa orang. Untuk hostel ini, maksimal empat orang per
kamar. Agar tidak salah memilih, akhirnya saya ke sana untuk mengecek tampilan
kamarnya. Dan ketika pertama kali saya melihat, saya yakin untuk memesan di
sini. Tempatnya luas, ada AC nya, kamar mandinya bersih. Sangat memuaskan
dengan harga seperti itu. Berhubung karena libur lebaran, maka pada saat itu
selama 5 hari saya menginap di sana, hanya 2 hari terakhir saya di sana saja,
ada orang yang menginap bersama-sama dengan saya. Hostel ini juga memiliki
private room seperti hotel regular pada umumnya.
![]() |
| Retras Hostel. Captured by My Phone. |
![]() |
| Tampak Depan Retras Hostel. Captured by My Phone |
Tempatnya
terletak di Jalan Kaliurang KM 5,5. Posisi hostelnya masuk ke dalam perumahan.
Karena pemilik hostel juga tinggal di sini. Menurut saya, tempat ini sangat
cocok bagi orang yang mencari ketenangan. Walau masuk ke dalam perumahan,
hostel ini dekat dengan jalan raya yang ramai dengan restoran, maupun kafe.
Tinggal jalan kaki, naik motor atau mobil, sampai deh di jalan raya. Hostel ini
juga menyediakan sarapan ringan bagi yang menginap, seperti roti, sereal, dan
buah-buahan. Menurut saya, kamar jenis dormitory di hostel ini patut
direkomendasi kepada kalian yang ingin mencari penginapan nyaman nan murah.
![]() |
| Resepsionis, Captured by My Phone |
![]() |
| Foto dari arah resepsionis. captured by my phone. |
- Hutan Pinus Mangunan
Jika
ingin menikmati pemandangan yang indah dari puncak gunung, menikmati udara
sejuk hutan, atau sekalian untuk mencari tempat yang keren untuk berofoto, ini
adalah salah satu tempat yang tepat untuk dikunjungi. Mengapa saya setiap
liburan selalu ke alam? Karena yang segar-segar dan hijau-hijau seperti itu tidak
ada di Jakarta.
![]() |
| Hutan Pinus Mangunan, from My Phone |
![]() |
| Hutan Pinus Mangunan, from My Phone |
![]() |
| Hutan Pinus Mangunan, from My Phone |
Tempat ini terletak di daerah Bantul. Perjalanan ke sana saya tempuh selama kurang lebih satu setengah jam menggunakan motor dan aplikasi peta dari google. Jalan ke sana menanjak, dan lumayan ada beberapa jalan yang rusak. Biaya masuk di tempat ini hanya Rp 5.000 per orang. Murah. kesan pertama yang saya rasakan adalah nyaman, indah, dan segar. Pohon-pohon pinus tumbuh dengan rapi, dan udara di sini sangat sejuk. Awalnya saya mengira tempat ini hanya berisi pohon-pohon pinus saja. Tidak ada yang lain.
![]() |
| Hutan Pinus Mangunan, from My Phone |
![]() |
| Puncak Hutan Pinus Mangunan, from My Phone |
Namun, pemikiran saya terbantahkan ketika masuk ke hutan ini lebih dalam. Di tempat ini sudah disediakan tempat-tempat yang keren untuk berfoto. Semakin ke ujung hutan ini, kita disuguhkan pemandangan yang indah dari puncak gunung. Melihat hamparan hijau dari atas ketinggian, disertai dengan angin yang sejuk. Sungguh indah ciptaan Tuhan. Kita juga bisa menaikin pohon yang sudah diberikan tangga, agar kita bisa menikmati pemandangan di tempat yang lebih tinggi lagi. Berhubung tangganya sangat tinggi, dan tidak ada pengaman, lebih baik berhati-hati atau jangan mengambil resiko jika takut ketingginan. Menurut saya tempat ini patut direkomendasikan untuk dikunjungi ketika berlibur di Yogya.
![]() |
| Narsis Di Hutan Pinus |
![]() |
| Foto Di Hutan Pinus |
- Kebun Buah Mangunan
Lokasi tempat ini tidak jauh dari Hutan Pinus
Mangunan. Biaya masuknya Rp 5.000 per orang. Yang menarik dari tempat ini
adalah puncak dari kebun ini. Menurut saya jika kalian ingin menikmati indahnya
alam ciptaan Tuhan, tempat ini bisa menjadi salah satu pilihan. Dari puncak,
kita bisa melihat hamparan hijau gunung-gunung, dan sungai yang mengitarinya.
Yang terlintas di pikiran saya ketika melihat pemandangannya adalah seperti
Grand Canyon di Amerika, namun lebih hijau, dan lebih sejuk. Tempat ini bisa
menjadi tempat untuk menikmati keindahan alam atau juga ingin mencari tempat
yang bagus untuk berfoto.
![]() |
| Puncak Kebun Buah Mangunan, From My Phone |
![]() |
| Puncak Kebun Buah Mangunan, From My Phone |
![]() |
| Puncak Kebun Buah Mangunan, From My Phone |
- Taman Sari Yogyakarta
Tempat
ini terletak di tengah kota, berdekatan dengan keraton Yogyakarta (well, tidak
terlalu dekat banget sih). Berdasarkan informasi yang saya dengar ketika
berkunjung, dulu tempat ini adalah tempat bersantainya para sultan, istri, dan putri-putri
kerajaan. Selain itu tempat ini juga pada zamannya adalah tempat para sultan
untuk bermeditasi. Salah satu hal yang menarik yang saya perhatikan dari tempat
ini, adalah kesan bangunannya yang menurut saya tidak simetris, dan nuansa
mistik yang masih terasa di tempat ini. Selain daripada itu, di sini juga
banyak tempat-tempat yang bagus untuk berfoto.
![]() |
| Taman Sari Yogyakarta, From My Phone |
![]() |
| Taman Sari Yogyakarta, From My Phone |
![]() |
| Taman Sari Yogyakarta, From My Phone |
![]() |
| Taman Sari Yogyakarta, From My Phone |
- Tebing Breksi
Tempat ini terletak di kabupaten sleman, selatan
candi prambanan. Dulu tempat ini adalah tempat penambangan baru alam, namun
sekarang dirubah menjadi salah satu tempat pariwisata yang patut di kunjungi di
Yogyakarta. Yang berkesan bagi saya di tempat ini adalah bekas tambangannya
yang sudah diubah sedemikian rupa sehingga bisa dinikmati orang yang
mengunjungi tempat ini. Di salah satu tebing, ada pahatan wayang yang jika
dinikmati akan sangat indah, atau untuk sekedar berfoto-foto. Jika kita naik ke
atas tebingnya kita disuguhkan dengan pemandangan yang indah, dan ada tempat-tempat
yang dibuat khusus untuk berofoto juga. Yang cukup mengejutkan, jika kita
mengunjungi tempat ini, biaya parkir kendaraan dan biaya tiket masuk adalah
serelanya. Jadi kamu bisa menentukan berapa harga parkir dan harga masuk. Selain
itu, untuk berfoto di tempat-tempat yang sudah disediakan, kita juga harus
membayar serelanya.
![]() |
| Foto di Tebing Breksi |
![]() |
| Foto di Tebing Breksi |
- Candi Ijo
Sekitar satu kilometer di atas tebing breksi,
Candi Ijo berdiri. Situs candi ini sebagian masih dalam tahap renovasi, namun
tidak dengan candi induknya. Dari ketinggian Candi Ijo, kita bisa menikmati
sunset di halaman candi, dan juga bisa melihat keindahan Yogyakarta dari atas
ketinggian. Tempat ini sangat cocok untuk menikmati keindahan alam dan atau
hanya sekedar untuk berfoto.
![]() |
| Candi Ijo From My Phone |
![]() |
| Pemandangan dari Puncak Candi Ijo From My Phone |
![]() |
| Candi Ijo From My Phone |
![]() |
| Candi Ijo From My Phone |
![]() |
| Candi Ijo From My Phone |
- Raminten Uborampe Malioboro
Ketika berlibur di Yogyakarta, kurang lengkap
rasanya kalau belum bertandang ke jalan malioboro untuk sekedar bercengkrama
atau berbelanja. Niat awal hanya untuk membeli baju barong untuk tidur, ketika
menyelusuri jalan malioboro, saya menemukan salah satu toko yang tampak luarnya
seperti House of Raminten. dan memang tempat ini adalah tempat raminten grup,
haha. Tempat ini mungkin sama seperti joger di Bali. Di toko ini kita bisa
membeli kaos dengan berbagai macam jenis dan ukuran khas raminten,
makanan-makanan ringan, dan kerajinan-kerajinan.
![]() |
| Yogyakarta. |
Tidak
terasa sudah hamper seminggu di Yogyakarta, sekarang waktunya pulang untuk
kembali ke peraduan untuk melanjutkan hidup. Masih banyak tempat-tempat menarik
lain di Yogyakarta, yang jika ke sana lagi akan aku kunjungi.
Ijinkanlah aku untuk pulang lagi, blla hati mulai sepi tiada terobati (Katon Bagaskara – Yogyakarta).






























